Epistemik Indonesia

TIGA FAKTOR DALAM PEMINDAHAN IBU KOTA NEGARA

Date

Mengelola sebuah ibu kota negara bukanlah hal yang mudah karena ibu kota negara merupakan pusat kegiatan sosial, ekonomi, hingga politik. Ketika sebuah kota menjadi ibu kota, maka kota tersebut biasanya akan mengalami pertumbuhan yang signifikan dan akibatnya menghasilkan dampak demografis dan ekonomi dari akumulasi kekuatan (Dascher, 2000). Demikian juga dalam mengelola perpindahan sebuah ibu kota. Ada banyak faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses perpindahan sebuah ibu kota sebuah negara. Pasca Perang Dunia II, banyak negara yang telah berhasil memindahkan ibu kota mereka. Perpindahan yang terjadi dilakukan dengan berbagai alasan. Namun, secara umum ada tiga alasan utama negara melakukan pemindahan ibu kota, yaitu pertimbangan sosial ekonomi, pertimbangan geografis, dan pertimbangan politik (Ishenda, 2019). Ibu Kota Jepang telah dipindahkan dari Asuka, Fujiwara, Nara, Kyoto, dan terakhir ke Edo, yang pada tahun 1868 diubah namanya menjadi Tokyo. Ibu kota Kanada telah dipindahkan beberapa kali antara Quebec dan Toronto. Pada akhirnya Kanada memindahkan ibu kotanya ke Ottawa pada tahun 1857, pada saat itu menjadi wilayah Inggris, hingga saat ini. Demikian juga dengan Ibu kota Thailand yang telah dipindahkan antara Sukothai, Ayutthaya, dan Thonburi, dan akhirnya dipindahkan ke Bangkok pada tahun 1782. Sedangkan Ibu kota Amerika Serikat dipindahkan dari Philadelphia, Baltimore, Lancaster, York, Princeton, New York, Annapolis, Trenton, dan terakhir ke Washington pada tahun 1800 sampai sekarang (Abd Manan & Suprayitno, 2020).

More
articles